Berita Terbaru
Senin, 21 April 2014 oleh admin

Tingkat Kekerasan Terhadap Kaum Kartini Dan Anak Turun Bagikan

pasfmpati.com (Pati, Kota)  - Tingkat kekerasan terhadap kaum Kartini dan anak di Kabupaten Pati, selama dua tahun terakhir cenderung menurun. Ini  berkat gencarnya Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-KKBGA) mensosialisasikan programnya hingga ke tingkat desa.   Perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di Indonesia, masih perlu sikapi dan ditindaklanjuti. Terutama terkait dengan kekerasan terhadap perempuan, yang masih terjadi disejumlah wilayah.  Di  Kabupaten Pati sendiri, kasus tindak pidana ini,  selama dua tahun terakhir menurun. Kasubbid Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pati, Sri Rejeki kepada wartawan mengatakan, meski kasum perempuan di Kabupaten Pati terbilang merdeka, namun Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-KKBGA)  masih menemukan sejumlah kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. ”Tapi dilingkup Jawa Tengah, yang kami dapat dari pemberitaan di televisi, radio dan media cetak,  masih dijumpai kasus-kasus kekerasan terhadap  perempuan dan anak sering terjadi,” katanya.  Perbedaan status antara pria dan wanita, juga masih terjadi, karena beberapa faktor. Seperti faktor pendidikan dan ekonomi, serta faktor status sosial. 

Selengkapnya... | (0 Komentar)
|  Indeks Berita 

Berita dan Artikel

Pemantapan Program KB Libatkan Tokoh Agama Bagikan

Kamis, 17 April 2014 oleh
Suara Merdeka- Selasa,17 April 2014--Pati, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pati, Akhmad Mundakir mengajak agar warga di Kabupaten Pati maupun di Jawa Tengah agar bisa menjadi penghuni bumi Allah SWT yang berkualiatas. Hal tersebut ditegaskan yang bersangkutan dalam sambutannya pada pembukaan Pemantapan Program Kependudukakn dan Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan Koalisi Kependudukan Berencana (KB) yang diselenggarakan Koalisi Kependudukan Kabupaten Pati, di aula Kantor Kementrian Agama setempat, Rabu (16/04) kemarin. Tampil sebagai narasumber dalam acara yang dibuka Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Pati, Suwoto selain dari Dinas Kesehatan juga Ketua Koalisi Kependudukan Jateng Saratri W. Karena itu, kata Akhmad Mundakir lebih lanjt, untuk tercapainya upaya tersebut, program KB harus selalu bisa terbina dan terwujud lagi seperti tahun-tahun terdahulu. "Persoalan Kependudukan menjadi masalah yang sangat fundamental dalam upaya membentuk penghuni bumi yang berkualitas,"ujarnya.

Selengkapnya... | (0 Komentar)

Tak Ada Kerusakan Infrastruktur Telekomunikasi Akibat Bencana Bagikan

Rabu, 16 April 2014 oleh admin
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kapusformas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto menyatakan hingga kini belum ada laporan perihal kerusakan infrastruktur telekomunikasi akibat bencana di sejumlah wilayah Indonesia termasuk di sekitar erupsi Gunung Sinabung dan Manado, Jakarta, serta Jawa Tengah pascabanjir. "Sampai sejauh ini tidak ada kendala maupun kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang dilaporkan pasca-bencana di beberapa tempat," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapusformas) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Rabu (5/2). Pihaknya sudah meminta kepada para operator telekomunikasi di Tanah Air agar segera melaporkan kondisi terkini setiap waktu terlebih jika ada kerusakan yang berdampak pada terganggunya layanan telekomunikasi. Belum lama ini, sempat terjadi gangguan layanan telekomunikasi di Manado yang beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang yakni sejumlah BTS terendam lumpur sehingga tidak berfungsi secara total. "Lalu beberapa operator mengaktifkan genset ketika itu, tapi sekarang semua sudah normal kembali," katanya.

Selengkapnya... | (0 Komentar)

Kabupaten Pati Targetkan Produksi Gabah 575.826 Ton Bagikan

Selasa, 15 April 2014 oleh admin
pasfmpati.com (Pati, Kota) - Kabupaten Pati menargetkan produksi panen gabahnya hingga 575.826 ton. Capaian terget ini  sebagai salah satu  kabupaten di Jawa Tengah penyangga kebutuhan beras nasional.   Target itu juga bagian dari Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) menuju surplus 10 juta ton beras pada 2014, yang dicanangkan pemerintah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Silvinus Sibabhoka menjelaskan, menjelang berakhirnya program P2BN pada 2015 nanti, menjadi tantangan bagi Kabupaten Pati untuk mencapai target tersebut. Karena dengan berakhirnya program tersebut,  sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib para petani di Pati di tahun mendatang.  ”Kendati belum ada kejelasan program pengganti dari pemerintah pusat maupun propinsi, namun Pemkab Pati akan mendorong para petani tetap berkontribusi dalam swasembeda pangan, khususnya produksi beras,” kata Kepala Dispertanak Pati. Bupati Pati, Haryanto saat memberikan pengarahan pada Pencanangan Gerakan P2BN di aula Dispertanak, Sabtu lalu, (12/4) berharap, para petaninya tetap optimis agar mampu mencapai terget. Meski bencana banjir sempat mempengaruhi produktivitas petani. Ini dibuktikan dengan capaian panen Masa Tanam I yang masih tinggi.

Selengkapnya... | (0 Komentar)

Mengenal Lebih Dekat Ibu RA Kartini dan Fakta Faktanya Bagikan

Senin, 21 April 2014 oleh admin
http://hastomo.net/--Siapa yang tidak kenal Raden Adjeng Kartini atau yang sering disebut R. A. Kartini. Beliau merupakan seorang pahlawan nasional yang dikenal karena jasa – jasanya dalam memperjuangkan hak – hak kaum wanita yang kemudian disebut emansipasi wanita. RA Kartini lahir di Jepara, Jawa tengah pada tanggal 21 April 1879 dan wafat di usia 25 tahun di Rembang, Jawa tengah pada tanggal 17 september 1904. Karena jasa – jasanya, akhirnya melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, presiden Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April sebagai hari peringatan yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Raden Adjeng Kartini merupkan seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara pada saat itu. Ia adalah putri dari istri pertama sang Bupati, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon kemudian mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa dan menjadikannya sebuah buku. Abendanon adalah orang yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.

Selengkapnya... | (0 Komentar)

Tanda-tanda Alergi yang Tak Terkendali Bagikan

Kamis, 17 April 2014 oleh admin
KOMPAS.com - Alergi ditemukan paling banyak pada anak usia di bawah dua tahun, terutama alergi susu sapi. Pada anak yang lebih besar, mereka rentan mengalami rinitis alergi, asma, dan alergi makanan. Seringkali orangtua tidak menyadari anaknya menderita alergi karena gejalanya tidak selalu terlihat. Menurut penjelasan dr.Zakiudin Munasir, Sp.A(K), alergi bisa menyebabkan reaksi pada saluran pernapasan, pencernaan, hingga kulit. "Kalau yang kena saluran napas anak akan mudah bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, serta batuk pilek berulang," katanya dalam acara Nutritalk mengenai alergi susu sapi yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta (16/4/14). Sementara itu alergi yang mengenai saluran cerna bisa membuat seseorang mengalami mual, muntah, diare, atau darah pada feses. Gejala klinis alergi pada kulit lebih mudah dikenali karena reaksinya langsung muncul setelah anak mengonsumsi makanan tertentu. Reaksinya berupa ruam merah pada kulit, gatal, atau keropeng. Meski demikian, menurut Zakiudin, ada beberapa tanda fisik pada anak yang menunjukkan seorang anak menderita alergi yang sudah berkepanjangan.

Selengkapnya... | (0 Komentar)
Agenda Kegiatan
Pati Dalam Angka
 
Join di Patikab Social Network
     Masirin: Eko :  
Arief :   Wasis:









Kalendar
Opini Publik
Kebijakan Pemerintah : Download :

Percuma,sia -sia... Anda semua menulis uneg2 disini, Bupati pati tidak pernah mau mendengar keluhan warganya.
(Thu, 24 Apr 2014 19:03:43-Percuma,sia -sia... Anda )

Bener juga sih, di semarang ngurus ijin usaha 3 hari dah beres tp kata temen kalo di pati bisa 3 minggu udah gitu mahal dan banyak biaya ini dan itu. Kok bisa ya
(Thu, 24 Apr 2014 12:49:50-yuli)

lincung kuecingggggggggggggg
(Thu, 24 Apr 2014 12:32:26-lincung)

Kirim Komentar dan Saran

Akses Webmail

Statistik Website

Visitors :734373 Org
Hits : 6905902 hits
Month : 6434 Users
Today : 354 Users
Online : 3 Users

kuliner

Indeks RSS

Kejawen